EquityMarq.com

Equity Marq

Perbedaan siklus birahi anjing dan kucing

0 0
Read Time:4 Minute, 5 Second

Siklus birahi adalah fase alami dalam kehidupan anjing dan kucing yang menandakan bahwa mereka siap untuk berkembang biak. Namun, meskipun kedua spesies ini sama-sama mengalami siklus birahi, ada beberapa perbedaan signifikan dalam frekuensi, durasi, serta gejala yang ditunjukkan. Memahami perbedaan ini sangat penting bagi pemilik hewan peliharaan agar dapat mengelola perilaku hewan dengan lebih baik serta mencegah perkembangbiakan yang tidak diinginkan. Artikel berikut akan membahas tentang Perbedaan siklus birahi anjing dan kucing

1. Siklus Birahi pada Anjing

Siklus birahi pada anjing disebut juga siklus estrus dan umumnya terjadi dua kali dalam setahun, meskipun frekuensinya bisa bervariasi tergantung pada ras dan ukuran anjing. Siklus ini terdiri dari empat fase utama:

a. Proestrus (Masa Persiapan, 7-10 Hari)

Pada tahap ini, tubuh anjing betina mulai bersiap untuk kawin. Beberapa ciri khas yang muncul antara lain:

  • Pembengkakan pada vulva

  • Keluarnya cairan darah dari vagina

  • Perubahan perilaku seperti menjadi lebih manja atau justru lebih agresif

  • Menolak kawin dengan pejantan

b. Estrus (Masa Subur, 5-14 Hari)

Ini adalah fase ketika anjing betina siap untuk dikawinkan. Tanda-tanda utama fase ini meliputi:

  • Cairan darah mulai berubah menjadi lebih terang atau jernih

  • Anjing betina mulai menerima pejantan dan menunjukkan sikap reseptif

  • Perubahan perilaku seperti sering mengangkat ekor dan menggoyangkannya saat didekati oleh pejantan

c. Diestrus (Masa Setelah Birahi, 60-90 Hari)

Jika pembuahan terjadi, maka anjing betina akan mengalami kehamilan selama sekitar 63 hari. Jika tidak, hormon progesteron tetap tinggi untuk beberapa waktu sebelum akhirnya kembali normal.

d. Anestrus (Masa Istirahat, 4-6 Bulan)

Ini adalah masa di antara siklus birahi ketika anjing betina tidak menunjukkan tanda-tanda kawin. Selama fase ini, sistem reproduksi beristirahat sebelum memasuki siklus berikutnya.

2. Siklus Birahi pada Kucing

Berbeda dengan anjing, kucing adalah hewan induced ovulator, yang berarti ovulasi hanya terjadi jika mereka dikawinkan. Siklus birahi pada kucing lebih sering terjadi dan bisa berlangsung sepanjang tahun, terutama jika mereka tidak disterilkan dan tinggal di lingkungan dengan pencahayaan alami yang cukup.

Siklus birahi pada kucing memiliki lima fase utama:

a. Proestrus (Masa Persiapan, 1-2 Hari)

Pada tahap awal ini, kucing betina mulai menunjukkan perubahan perilaku, tetapi belum siap dikawinkan. Beberapa tanda-tandanya meliputi:

  • Lebih sering mengeong dengan nada tinggi

  • Meningkatnya rasa kasih sayang dan suka menggosokkan tubuh ke benda-benda

  • Tidak mau dikawini oleh pejantan

b. Estrus (Masa Subur, 4-10 Hari)

Pada fase ini, kucing betina sudah siap dikawinkan dan akan menunjukkan perilaku yang lebih mencolok, seperti:

  • Mengeong dengan suara keras dan terus-menerus untuk menarik perhatian pejantan

  • Menggosokkan tubuh ke pemilik atau benda-benda di sekitar

  • Mengangkat ekor ke samping ketika dielus di bagian belakang tubuhnya

  • Berguling-guling di lantai

Jika tidak dikawinkan, kucing betina akan kembali ke fase anestrus dalam beberapa minggu sebelum memasuki siklus baru.

c. Interestrus (Masa Istirahat Singkat, 2-3 Minggu jika Tidak Dibuntingi)

Jika kucing tidak kawin selama estrus, ia akan memasuki masa istirahat sementara sebelum kembali ke siklus baru.

d. Diestrus (Jika Ovulasi Terjadi, 30-40 Hari Jika Tidak Hamil)

Jika kucing dikawinkan tetapi tidak hamil, tubuhnya akan tetap dalam fase diestrus untuk beberapa waktu sebelum kembali ke siklus normal.

e. Anestrus (Masa Istirahat, Musim Dingin)

Ini adalah masa istirahat reproduksi yang biasanya terjadi saat musim dingin, terutama bagi kucing yang tinggal di lingkungan dengan pencahayaan alami yang lebih terbatas.

3. Perbedaan Utama antara Siklus Birahi Anjing dan Kucing

Aspek Anjing Kucing
Frekuensi Biasanya dua kali setahun Bisa terjadi setiap beberapa minggu selama musim kawin
Durasi Birahi Sekitar 2-3 minggu 4-10 hari, tetapi bisa berulang jika tidak kawin
Tanda-Tanda Birahi Pembengkakan vulva, keluarnya darah, perubahan perilaku Mengeong keras, mengangkat ekor, berguling-guling
Ovulasi Terjadi secara alami selama siklus estrus Hanya terjadi jika dikawinkan (induced ovulation)
Periode Istirahat 4-6 bulan setelah siklus birahi selesai Bisa sangat singkat, tergantung pada kondisi lingkungan

4. Cara Mengelola Siklus Birahi pada Hewan

Bagi pemilik hewan peliharaan yang tidak ingin hewannya berkembang biak, langkah terbaik adalah melakukan sterilisasi. Sterilisasi tidak hanya mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, tetapi juga membantu mengurangi beberapa perilaku tidak menyenangkan yang terkait dengan siklus birahi, seperti mengeong berlebihan pada kucing atau agresivitas pada anjing.

Jika pemilik ingin mengawinkan hewannya, penting untuk memahami siklus birahi agar bisa menentukan waktu yang tepat untuk kawin. Perhatikan tanda-tanda fisik dan perilaku hewan agar mereka bisa dikawinkan pada saat yang paling subur.

Selain itu, pastikan hewan peliharaan mendapatkan perawatan kesehatan yang baik, termasuk vaksinasi dan pemeriksaan rutin ke dokter hewan, terutama jika mereka akan dikawinkan.

Kesimpulan

Meskipun anjing dan kucing sama-sama mengalami siklus birahi, ada banyak perbedaan dalam cara mereka mengalaminya. Anjing biasanya mengalami siklus birahi dua kali setahun dengan fase yang lebih panjang, sementara kucing bisa mengalami siklus berulang dalam waktu singkat jika tidak dikawinkan.

Memahami siklus birahi ini sangat penting bagi pemilik hewan agar bisa mengambil keputusan terbaik dalam merawat hewan peliharaan mereka, baik dalam hal sterilisasi, pengelolaan perilaku, maupun perencanaan perkembangbiakan. Dengan perawatan yang tepat, hewan peliharaan dapat tetap sehat dan nyaman selama siklus birahinya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %